Masjid Raya Al-Mashun Medan: Perpaduan Unik Budaya dan Religi

Terletak di Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Masjid Raya Al Mashun adalah pusat keagamaan dan budaya. Sebagai salah satu masjid yang dibangun oleh Sultan Deli, yaitu Sultan Ma’amun Al Rasyid Perkasa Alam, masjid ini menandai masa jayanya Kesultanan Melayu Deli.
Investasi satu juta gulden mengukuhkan komitmen Sultan untuk mengutamakan kemegahan masjid, membuatnya menjadi salah satu bangunan paling megah di wilayah tersebut.
Lokasi Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan berlokasi di pusat Kota Medan, tepatnya di Jl. Sisingamangaraja No. 61, Medan, Sumatera Utara, dengan koordinat 3°34′30′′ LU dan 98°41′14′′ BT. Masjid ini sangat mudah diakses karena berada di pusat kota dan dekat dengan istana lama Kesultanan Deli.
Kapasitas Jamaah
Masjid ini didirikan di atas lahan seluas 18.000 m2 dengan kapasitas jamaah diperkirakan mencapai 2.000 jamaah. Angka ini bisa lebih besar lagi pada momen-momen tertentu.
Fasilitas Masjid
Berikut adalah fasilitas yang tersedia di masjid:
- Ruang salat utama yang luas, mampu menampung ribuan jamaah.
- Menara masjid setinggi 35 meter dengan arsitektur khas.
- Tempat wudhu yang memadai.
- Toilet bersih,
- Tempat parkir luas,
- Ruang pengurus dan kantor.
- Pendingin ruangan (AC).
- Sound system.
- Perpustakaan.
- Ruang serbaguna.
- Area taman dan halaman luas.
Cara Menuju Ke Masjid Raya
Penduduk Lokal
Untuk penduduk lokal anda dengan mudah dapat menuju ke lokasi masjid ini, Anda dapat menggunakan angkutan umum seperti angkot atau taksi. Berikut adalah cara untuk mencapai Masjid Raya Medan menggunakan angkot:
- Naik angkot dengan rute yang melewati Jl. Sisingamangaraja, seperti angkot nomor 30 (SM Raja – Belawan) atau angkot nomor 04 (Pertahanan – Willem Iskandar).
- Turun di dekat Masjid Raya Medan, yang terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 61, Medan, Sumatera Utara.
- Jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Masjid Raya Medan.
Alternatif lain, Anda bisa menggunakan taksi atau transportasi online untuk mencapai Masjid Raya dari pusat kota. Berikut adalah rute yang bisa Anda ikuti:
- Dari pusat kota, ikuti Jl. Guru Patimpus menuju Jl. Gatot Subroto.
- Belok kanan ke Jl. Kapten Maulana Lubis, lalu belok kiri ke Jl. Imam Bonjol.
- Ikuti Jl. Imam Bonjol hingga mencapai Jl. Sisingamangaraja, tempat Masjid Raya berada.
Perjalanan dari pusat kota Medan ke Masjid Raya memakan waktu sekitar 10-15 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Wisatawan Lokal
Bagi wisatawan lokal yang berangkat dari Bandara Silangit menuju Masjid Raya, anda bisa menggunakan jasa rental mobil silangit. Berikut rute dan estimasi waktu tempuhnya :
1. Rute dan Petunjuk Arah
- Keluar dari Bandara Silangit dan ambil jalan raya menuju arah selatan
- Ikuti jalan raya selama sekitar 15 km hingga sampai di persimpangan Jl. Brigjend Katamso
- Belok kanan ke Jl. Brigjend Katamso dan ikuti jalan ini selama sekitar 5 km
- Di persimpangan berikutnya, belok kiri ke Jl. Gatot Subroto
- Ikuti Jl. Gatot Subroto selama sekitar 3 km hingga sampai di Masjid Raya di sebelah kiri jalan
Total perjalanan dari Bandara Silangit ke Masjid Raya Medan sekitar 23 km dan memakan waktu sekitar 30 menit dengan mobil rental. Pastikan untuk mengikuti rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan.
2. Harga Sewa Mobil
Harga sewa mobil di Medan bervariasi tergantung jenis mobilnya. Beberapa contoh tarif rental mobil di Medan:
Jenis Mobil | Harga Sewa Dalam Kota (per 14 Jam) |
Toyota Alphard | Rp.2.100.000 |
Toyota Fortuner | Rp.1.100.000 |
Toyota Innova Reborn | Rp.750.000 |
Toyota Hiace Commuter | Rp.1.100.000 |
Toyota Hiace Premio | Rp.1.200.000 |
Toyota Avanza | Rp.650.000 |
3. Waktu Tempuh
Jarak dari Bandara Silangit ke Masjid Raya Medan sekitar 23 km. Dengan menggunakan mobil rental, perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dalam kondisi lalu lintas normal.
Pastikan untuk memilih penyedia jasa rental mobil yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi baik di Medan. Semoga bermanfaat dan selamat berwisata!
Sejarah Masjid Raya Al Mashun Medan
Pembangunan Masjid Raya Al Mashun diinisiasi pada 21 Agustus 1906 dan selesai pada tahun 1909. Pembangunan masjid ini ditanggung oleh Sultan Ma’mun Alrasyid Perkasa Alamshah IX, yang memimpin Kesultanan Deli pada masa tersebut. Sultan Ma’mun berprinsip mengutamakan kemegahan masjid sebagai wujud syukur dan dedikasi kepada Islam di wilayah kekuasaan Kesultanan Deli.
Masjid Raya Al Mashun Medan, bersama dengan Istana Maimun, adalah peninggalan kejayaan Kesultanan Deli yang masih berdiri kokoh dan menjadi saksi sejarah kejayaan Kesultanan. Obyek wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung yang ingin menyaksikan kecantikan dan keindahan Mesjid Raya serta mempelajari catatan sejarah Kesultanan Deli.
Arsitektur dan Desain
Dalam membentuk keanggunan dan keindahannya, dua arsitek Belanda, Van Erp dan JA Tigdeman, memegang peranan penting. Desain bangunan masjid ini adalah perpaduan gaya arsitektur yang unik, menggabungkan elemen Timur Tengah, India, dan Spanyol, menciptakan estetika yang teramat indah dan mengutamakan kemegahan masjid.
Gaya arsitektur ini mencerminkan keragaman budaya yang harmonis dan menjadi saksi sejarah kejayaan Kesultanan Deli di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
- Gaya Arsitektur Moor: Ciri khas arsitektur ini adalah kubah masjid yang megah dan bangunan yang berbentuk segi delapan, mencerminkan kesempurnaan dan keindahan, menjadi ikon penting dalam sejarah masjid bersejarah di Kota Medan. Selain itu sayap di bagian selatan, merupakan ciri khas yang membedakan masjid ini dari bangunan masjid lainnya.
- Elemen India dan Spanyol: Detail-detail arsitektur dari India dan Spanyol menambah keunikkan dan keindahan masjid, menampilkan keragaman budaya dalam kesatuan desain yang harmonis.
Tradisi Unik
Salah satu tradisi unik di Masjid Raya ini adalah pembagian bubur pedas pada bulan Ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu.
- Bubur pedas ini adalah makanan khas Melayu, terbuat dari beras, kacang hijau, daging, dan rempah-rempah.
- Bubur dibagikan secara gratis setiap hari kepada warga sekitar, baik jamaah masjid maupun pengunjung dari luar kota.
- Pengurus masjid menyiapkan 500-1000 porsi bubur pedas setiap harinya.
Kesimpulan
- Masjid Raya Al-Mashun di Medan, dengan keindahannya yang tiada tara, adalah simbol kuat perpaduan budaya dan religi di Sumatra Utara.
- Terletak hanya 200 meter dari Istana Maimun, kediaman Sultan Maamun Al-Rasyid Perkasa Alamsjah IX, masjid ini merupakan salah satu situs bersejarah di Kodya Medan.
- Membangun masjid tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai lambang kesultanan Deli yang berprinsip kuat dalam mempertahankan tradisi dan warisan.
- Berdirinya Masjid Raya Al-Mashun bertepatan dengan masa jayanya kesultanan, saat masjid ini dikenal sebagai masjid negara.
- Tak hanya anggun dipandang, Masjid Raya Al-Mashun juga menawarkan kisah sejarah yang mendalam, dari masa silam ketika menjadi pusat pemerintahan Sultan Alamsjah IX hingga Sultan Azmi Perkasa Alamsyah XII.
- Salah satu keunikan dari masjid ini adalah ia tidak pernah mengalami perubahan besar, menjadikannya salah satu monumen yang tetap kokoh sepanjang masa.
- Letaknya yang strategis di sebelah barat istana Maimun membuat masjid ini mudah diakses dan selalu menjadi pusat perhatian para pengunjung.
- Dengan pengelolaan yang baik oleh putra asli daerah Deli, Masjid Raya Al-Mashun tetap terjaga keasliannya.
- Bila Anda berkunjung ke provinsi Sumatra Utara, jangan lupa menginjakkan kaki ke kota Maksum dan merasakan nuansa religi dan budaya di Masjid Raya Al-Mashun.
- Masjid Raya Al-Mashun di Medan adalah representasi sempurna dari perpaduan budaya dan religi yang terletak di hati Sumatra Utara.
- Dengan lokasinya yang strategis, masjid ini menyatu dengan kompleks Istana Maimun, menandai kehadiran Sultan Deli yang kuat di kawasan ini.
- Masjid Raya Al-Mashun, yang dikenal juga dengan nama “Masjid Raya Medan”, merupakan salah satu obyek wisata yang selalu ramai dikunjungi.
- Keindahan masjid ini, yang tampak anggun dipandang, memukau setiap pengunjung yang ingin menyaksikan kecantikan dan keindahan arsitektur timurnya.
- Diketuai oleh Tengku Hamdi, adik kandung Sultan Azmi Perkasa Alamsyah XII, masjid ini menjadi simbol kebanggaan dan warisan budaya Kota Maksum.
- Letaknya yang persis di sebelah barat Istana Maimun menjadikan masjid ini situs bersejarah yang tak terpisahkan dari narasi kesultanan Deli.
- Salah satu fakta menarik adalah Masjid Raya Al-Mashun tidak pernah mengalami perubahan besar, menunjukkan dedikasi pengelola masjid dalam menjaga warisannya.
- Pembangunan masjid ini ditanggung oleh Kesultanan Deli, sebuah kesultanan yang tidak begitu luas namun kaya akan sejarah dan tradisi.
- Masjid ini menjadi saksi bisu zaman emas kesultanan, saat Masjid Al-Mashun diakui sebagai masjid negara pada masa jayanya.
- Jadi, jika Anda berada di Medan, jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kombinasi unik dari budaya dan religi di Masjid Raya Al-Mashun.
Wisata Medan Terkait
Wisata Sawah Pematang Johar
Ekowisata Bukit Lawang
Museum Simalungun
Pandawa Kayak
Bima Utomo Waterpark International
Budayaland
Kampung Outbound Pancur Batu
Batu Gantung Danau Toba
Pantai Cermin Medan
Hillpark Sibolangit
admin staff


Rental Mobil Medan Solusi Tepat Berkeliling
Masjid Raya Medan Dengan Sopir Berpengalaman
Rentalcarmedan – Solusi Sewa Mobil Medan Terpercaya untuk Kebutuhan Bisnis dan Wisata Anda.
Rentalcarmedan adalah penyedia layanan rental mobil yang terpercaya di Medan, Indonesia. Rentalcarmedan menghadirkan solusi transportasi yang nyaman, handal, dan efisien bagi pelanggan kami. Kami memahami bahwa perjalanan bisnis atau liburan yang lancar sangat penting, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menyediakan mobil berkualitas dan pelayanan yang memuaskan.